EDUKASI
Radikalisme

Waspada Ustadz Culikan

Oleh: Haddi VJB

Mengupas sepak terjang perekrutan agen-agen wahabi pada potensi orang-orang berbakat di bidang dakwah dan media, kami sebagai pelaku dan narasumber langsung ketika masih berinteraksi dengan para agen wahabi Indonesia di komunitas Hijrah praktis tanpa mondok tanpa belajar ngaji bersama mereka.

Banyak ustadz atau pendakwah di kampung-kampung yang mempunyai bakat secara ilmu dan penyampaian yang lugas, akurat dan cukup luas keilmuannya, entah dari kalangan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, maupun abangan (tidak terlibat pada organisasi manapun), agen-agen mereka cukup militan, bergerak cepat, solid secara anggaran & meloby-loby target yang sudah di pantau,

Tidak heran, ada Sosok Kyai Kampung yang dahulunya sangat sederhana dari salah satu daerah di Riau, dahulunya berdakwah secara Lilahita’ala alias tidak menuntut bayaran bersama LDNU Setempat kini berpindah haluan dakwahnya, saat ini, Rubicon (mobil seharga milyaran) harley davidson (motor ratusan juta) hingga real estate, entah siapapun itu biarkanlah itu hak yang bersangkutan dalam memilih jalan dakwah.

Artikel Terkait  Tangkal Radikalisme dan Intoleransi Dengan Tegakkan Pancasila

Maka tidak heran pula ketika kami mendengar bahwa Gus Baha sudah berkali-kali menolak tawaran milyaran dari pihak yang pernah me-loby nya tidak lain karna bentuk kecintaan Gus Baha pada Nahdlatul Ulama juga bentuk rasa hormat beliau pada sang guru yang merupakan bagian penting tak terpisahkan dari Nahdlatul Ulama yaitu Almaghfurlah Syaikhona Maimun Zubair.

Di bidang lain, sudah cukup banyak pelaku media yang sudah mereka rekrut untuk menyebarkan dogma propaganda bermodus dakwah mereka, para pelaku media dari IT, programer dan editor video handal/profesional sudah banyak mereka rekrut, maka tidak heran opini dakwah mereka selalu berbasis media, jarang sekali turun langsung ke masyarakat, di media sosial, Webseite maupun Youtube, jadi soal medsos NU kalah telak dengan militansi kesolidan mereka yang tentu sudah terfasilitasi anggaran dari iklan maupun donatur kalangannya, sementara di NU hanya mengandalkan kadernya, warganya, tanpa pelatihan atau seminar komunitas yang terukur dan terstruktur.

Artikel Terkait  Indonesia dan UAE Akan Tangani Radikalisme Bersama

Semoga pergerakan kami para aktivis media sosial memberi berkah tersendiri bagi kami dan keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Semoga juga para pendakwah, ustadz muda Nahdlatul Ulama tetap setia bersama Dakwah Aswaja An-Nahdliyah Nahdlatul Ulama..

Selasa 28 April 2020
Haddi VJB

ARTIKEL LAIN