EDUKASI
Permainan HTI
Khazanah Radikalisme

Waspada Permainan HTI, Organ Politik Terlarang Berkedok Agama

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah ormas terlarang di Indonesia. Sejak 2017 Organisasi ini sudah resmi dibubarkan. Namun sejauh itu, menurut ketua Jatman Wilayah DKI organisasi HTI kakinya dilumpuhkan tapi ideologinya terus mengakar. Permainan HTI selalu berubah wujud setiap saat untuk mengelabuhi masyarakat.

Sejak dibubarkannya HTi, antek antek mereka terus berkamuflase merubah wujudnya. Beberapa di antaranya ada yang berganti baju memakai atribut Kiai-Kiai kita. Ada pula yang berganti Nama menjadi “ASWAJA” walau isinya masih mengajak orang untuk memberontak kepada pemerintah serta mengadudomba NKRI ini.

Di kalangan milenial mereka berkamuflase menjual kata kata “HIJRAH“. Pada hakikatnya, motif Hijrah adalah tool untuk dipasarkan di kalangan para remaja dan kalangan menengah. Lalu, setelah mereka ikut jamaah Hijrah, mereka digiring kepada Hijrah Politis. Hijrah ala HTI adalah hijrah non-Spritual.

Artikel Terkait  Mengukur Arah Politik Kebangsaan NU

Melalui motif Hijrah ini pula mereka menghembuskan opini pembencian kepada pemerintah yang sudah absah. Setelah itu jamaah mereka dicuci otaknya dengan doktrin ALWALA WAL BARO. Yaitu doktrin yang mengajarkan, siapapun itu yang menghalangi peregerakan mereka, mereka sebut sebagai munafik, liberal, pengikut thogut yang wajib dimusnahkan. Termasuk dalam hal ini adalah Indonesia. Inilah permainan HTI yang tak terampuni.

Nampaknya trend Hijrah yang mereka jajahkan di mangsa pasar remaja cukup berhasil. Mereka tanamkan kebencian kepada anak-anak muda atas apapun yang tidak sejalan dan sepemikiran dengan mereka. Parahnya, tak segan mulut, lidah dan tangan mereka terus mengumpat, mencaci siapapun yang menghalangi mereka. Sekali lagi, termasuk juga Pemerintah.

Artikel Terkait  Khawarij Cikal Bakal Terorisme dari Kacamata Wahabi

Kelompok militan HTI terus menghina, memfitnah, menyebar kebencian. Dan ajaran ALWALA WAL BARO dianggap sebagai JIHAD BERPAHALA. Maka, karena Indonesia dianggap Daarul Harbi (negara perang), cara apapun boleh dilakukan demi cita-cita mereka.

Maka, waspadalah dengan pergerakan HTI dan elit militannya yang terus menjajahkan paham sesat. Mari jaga bersama generasi bangsa ini, bekali mereka dengan rasa cinta Kepada Tanah Air yang besar. Belajar kepada Ulama ulama yang mengajarkan perdamaian dan persatuan serta mengajarkan cinta dan Kasih sayang kepada siapapun.

ARTIKEL LAIN