EDUKASI
traktat london

Traktat London; Inggris & Belanda Bagi-bagi Kapling Penguasaan di Nusantara

Mungkin tak banyak di Indonesia yang tahu artinya akan “Treaty of London” atau Traktat London yang 191 tahun silam terjadi hari ini, 17 Maret, terhadap jalannya sejarah bangsa Indonesia.

Tapi sebagai catatan, lewat traktat itulah sejumlah kawasan kaya rempah-rempah di nusantara yang kala itu masih bernama Hindia-Belanda, “dibagi-bagi” dan dibarter dua negara kolonial besar, Inggris dan Belanda, lewat dua kongsi perdagangan mereka, EIC (East Indies Company) dan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie).

Sebelumnya, dua negara ini acap berseteru berebut sejumlah kawasan di Asia Selatan dan Asia Tenggara, demi menguras sumber daya alam, terutama di India dan Indonesia.

Dua negara ini sebelumnya juga pernah menyepakati beberapa pembagian rute perdagangan lewat Anglo-Dutch Treaty atau Konvensi London pada 13 Agustus 1814. Kesepakatan “membagi-bagi” daerah kekuasaan di India dan Indonesia ditegaskan kembali pada Anglo-Dutch Treaty atau Traktat London pada 17 Maret 1824.

Artikel Terkait  Wahabisasi VS Islam Nusantara

Traktat london yang ditandatangani Hendrik Fagel dan Anton Reinhard Falck dari pihak Belanda serta George Canning dan Charles Watkin Williams Wynn dari pihak Inggris berisikan membagi wilayah perdagangan di Semenanjung dan Hindia-Belanda, di mana traktat itu berisikan tujuh butir pertimbangan:

1. Inggris diberi akses jalur perdagangan di Kepulauan Maluku, terutama Ambon, Banda dan Ternate.

2. Belanda menarik perwakilan di India yang sudah berdiri sejak 1609.

3. Inggris membubarkan pabrik Fort Marlborough di Bengkulu dan memberikan segala properti yang terisa kepada Belanda.

4. Belanda membubarkan benteng Malaka dan berjanji tak membuka kantor perwakilan di Semenanjung Malaya, serta tak membuat perjanjian dengan penguasa lokal setempat.

Artikel Terkait  Berikut Doa Rasulullah Sambut Ramadhan

5. Inggris menarik pasukannya dari daerah penguasaan Belitung dan menyerahkannya pada Belanda.

6. Belanda menarik pasukannya dari daerah penguasaan di Singapura dan menyerahkan daerah tersebut pada Inggris.

7. Inggris berjanji tak mendirikan kantor perwakilan di Kepulauan Karimun Jawa, Kepulauan Batam, Bintan, Lingin atau kepulauan lain di selatan Selat Singapura.

Traktat itu mengharuskan Inggris meninggalkan Pulau Jawa dan sepenuhnya dikuasai Belanda, sekaligus pembayaran kompensasi konflik sebesar 100 ribu poundsterling kepada Inggris yang sekaligus mengakiri secara penuh kekuasaan Inggris atas Indonesia.

ARTIKEL LAIN