EDUKASI
Tingkat Pendidikan di Sumedang Masih Rendah, Rata-rata Kelas 2 SMP
Daerah

Tingkat Pendidikan di Sumedang Masih Rendah, Rata-rata Kelas 2 SMP

Sumedang Tingkat pendidikan masyarakat Kabupaten Sumedang masih terbilang rendah. Sampai saat ini rata-rata lama sekolah warga Sumedang hanya baru sampai kelas dua SMP.

“Ternyata orang Sumedang ini sekolah itu sampai kelas dua SMP,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, saat ditemui di Islami Centre, Jalan Kutamaya, Kabupaten Sumedang, Rabu (15/1/2020).

Dia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan tingkat pendidikan warganya. Salah satu cara yang disiapkannya adalah dengan cara pendidikan dasar dua belas tahun.

“Kita sampaikan yang butuh sekolah kita data agar mau sekolah dan menempuh pendidikan yang lebih baik lagi,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendorong warganya untuk mengikuti berbagai program pendidikan. Seperti melalui pendidikan kesetaraan paket A, B dan C. “Ada paket B dan paket C bagi orang tua yang hanya lulusan SD, agar dapat memotivasi orang untuk ingin belajar,” ucapnya.

Artikel Terkait  Pancasila Sebagai Gaya Hidup Berbangsa

Dony melanjutkan, ada banyak faktor yang menyebabkan warga Sumedang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Mulai dari masalah ekonomi hingga masalah lainnya. “Untuk masalah biaya tidak ada kendala lagi untuk yang tidak mampu, tinggal kemauan dari kita untuk ingin belajar,” tutur Dony.

Pihaknya akan terus berupaya agar warga Sumedang memiliki motivasi untuk mau belajar. Hal itu penting agar tingkat pendidikan warga Kabupaten Sumedang bisa lebih baik lagi. “Memberikan motivasi kepada masyarakat agar mau dan berkeinginan untuk belajar,” tegas Dony.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Agus Wahidin, masalah pendidikan di Sumedang rata-rata lamanya sekolah 8,02 tahun dengan target naik menjadi 0,3 tahun pertahunnya. “Sehingga 2023 rata-rata lama sekolah menjadi 9 tahun, dari SMP kelas dua menjadi tamat SMP,” kata Agus

Artikel Terkait  Menyongsong Masa Depan Sumenep, Madura dari Basis IPPNU

Agus sendiri akan meningkatkan bagaimana anak-anak jangan sampai putus sekolah hingga mendapatkan pendidikan dasar hingga SMP. “Dengan cara berbagai kerjasama dengan kepala desa dengan strategi afirmasi bagaimana agar anak-anak di pinggiran untuk mendaftarkan anak-anak yang tadinya tidak mau dan tidak mampu untuk sekolah,” ujarnya.

ARTIKEL LAIN