EDUKASI
Daerah

Teroris JAD Batang Siapkan Bom Rakitan untuk Beraksi

Edukasi.co – Pengembangan kasus terduga teroris di Kabupaten Batang, Jawa Tengah masih dilakukan. Terbaru Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror berhasil mengamankan 1 teruga teroris lainnya. Meraka telah siap beraksi setelah membuat bom rakitan.

“Kemarin kami sampaikan bahwa ada 4 pelaku yang diduga teroris kita amankan, dan kemudian ada penambahan 1 lagi jadi ada 5 yang kami amankan,” kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa (31/3).

Argo mengatakan, seluruhnya merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Batang, Makassar dan Kendal. Sejumlah bahan peledak berbahaya diamankan Densus dari tangan pelaku baru ini. Yakni berupa casing bom rakitan, senjata tajam, dan beberapa bahan racikan.

Artikel Terkait  Pancasila Sebagai Gaya Hidup Berbangsa

“Kita juga dapatkan yang sudah diracik, adonan (bom) yang sudah diracik itu kita mendapatkan juga, dan switching,” imbuh Argo.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku sudah pernah melakukan uji coba bom buatannya tersebut. Namun, Argo enggan merinci di mana pelaku melakukan uji coba tersebut, guna kepentingan pengembangan kasus. “Yang terpenting bahwa yang bersangkutan memang akan melakukan suatu kegiatan (teror). Dan sebelum melakukan sudah kita amankan oleh Densus 88,” pungkas Argo.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror kembali melakukan upaya penegakkan hukum kepada terduga teroris. Kali ini operasi dilakukan di wilayah Batang, Jawa Tengah.

“Benar ada penangkapan terduga pelaku teroris di kecamatan Subah, kabupaten Batang, Jawa Tengah,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna saat dikonfirmasi, Kamis (26/3).

Artikel Terkait  Gubernur Jawa Barat Minta MUI Segera Kelarkan Fatwa Haram Mudik

Iskandar menerangkan, penangkapan dilakukan pada Rabu (25/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Total ada 4 orang yang diamankan. Adapula satu terduga teroris tewas ditembak akibat hendak menyerang petugas dengan samurai saat ditangkap.

ARTIKEL LAIN