EDUKASI
empat Pilar Kebangsaan
Daerah Radikalisme Sosial

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Sasar Anak Muda

Edukasi[dot]co.-Regulasi penyebaran radikalisme pada anak-anak muda mulai meningkat. Anak muda dinilai menjadi generasi yang paling rawan terhadap pengaruh radikalisme maupun degradasi moral. Untuk itu, sosialisasi tentang empat pilar kebangsaan wajib menyasar mereka dan dengan cara yang tepat.

Anggota DPR dan MPR, AS Sukawijaya mengatakan, tak sepakat jika sosialisasi hanya dilakukan sebatas seminar saja. Namun mesti dilakukan secara menyeluruh dari semua kalangan dan terus menerus di kehidupan keseharian. Salah satu sasaran utamanya adalah anak-anak muda.

Menurutnya, saat ini banyak sekali kenakalan remaja yang melebihi batas kewajaran. Tak hanya kasus bullying di sekolah, namun juga tindak kekerasan. Contohnya, tawuran antarsekolah.

”Anak-anak muda inilah yang menjadi sasaran radikalisme maupun degradasi moral. Materi empat pilar kebangsaan harus diberikan dengan media yang tepat, bisa melalui konten di media sosial, game, pendidikan di sekolah atau sarana lain yang familiar bagi mereka,” ujar pria yang akrab di sapa Yoyok Sukawi itu pada sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kompleks Stadion Citarum Semarang, Sabtu (4/7).

Artikel Terkait  Din Syamsuddin Tolak Opsi Pengalihan Dana Haji untuk Tangani Covid

Kegiatan itu dihadiri ratusan anak muda dan sebagian dari generasi tua. Yoyok menjelaskan, empat pilar kebangsaan yang ditekankan adalah pengamalan Pancasila, Undang- Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Maka, dalam sosialisasi empat pilar tersebut paparan materi yang disampaikan tidak terlalu banyak. Namun lebih mengajak peserta untuk berinteraksi dan bermain tebak-tebakan.

Sejumlah peserta diminta maju dan diminta menjawab pertanyaan, seperti bunyi lima sila Pancasila atau Ketua BPUPKI. Kenyataannya, ada peserta yang tak hafal Pancasila. Sementara bagi mereka yang berhasil menjawab pertanyaan diberi hadiah.

Staf Yoyok Sukawi, Ali Masadi mengatakan, harus diwaspadai kemunculan fanatisme daerah maupun tak berkembangnya pemahaman kebinekaan, globalisasi dunia, dan kapitalisme. Hal itu mesti dikikis dengan memahami empat pilar kebangsaan dan yang lebih penting adalah mengamalkannya.

ARTIKEL LAIN