EDUKASI
Sekilas, Biografi Hamzah Fansuri
TOKOH

Sekilas, Biografi Hamzah Fansuri

Oleh Ahmad Fairozi

Tidak begitu banyak orang mengetahui nama asli atau nama lengkap Syekh Hamzah Fansuri. Publik mengenalnya dengan sebutan Syekh Hamzah Fansuri. Ia merupakan seorang ulama atau tokoh terkenal dari Kota Barus, Aceh. Ia adalah seorang sufi, sastrawan, pujangga dan guru agama yang lahir pada pertengahan abad ke-15. Ia, menurut Profesor Zamakhsyari Dhofier, merupakan pendiri dan cikal bakal dari tradisi pesantren di Nusantara.

Sebagai guru agama, ia pernah menjadi guru dari salah satu Walisongo, yaitu Syekh Nurullah atau Sunan Gunung Jati.[1]Sebagai seoramg sufi, beliau banyak berjasa dalam berbagai kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan di Nusantara.[2] Selain itu, sebagai pujangga, ia juga orang pertama yang menulis puisi sufi dalam bahasa Melayu-Indonesia, sehingga disebut pemula puisi Indonesia.[3]

Artikel Terkait  Pesantren Sebagai Pusat Jaringan Ulama Global

Mengenai kelahirannya, para ahli sejarah sampai saat ini belum menemukan satu manuskrip pun yang menginformasikan secara detail masa hidup, asal muasal keluarga, lingkungan, pendidikan, kunjungan hingga kewafatan sang Syekh. Namun, sebuah kajian terbaru yang dilakukan oleh Bargansky mendapatkan hasil positif mengenai masa hidup Syekh Hamzah Fansuri bahwa ulama sufi ini hidup hingga akhir masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636) di Kesultanan Aceh dan kemungkinan beliau wafat beebrapa tahun sebelum kedatangan Ar Raniry untuk kedua kalinya ke Aceh pada 1637 M.

Walaupun tidak diketahui secara pasti asal keluarganya, kebanyakan ahli sejarah memastikan  bahwa Syekh Hamzah Fansuri lahir dan tumbuh belajar di Barus. Hal ini didasarkan bpada sebuah syairh Syekh Hamzah Fansuri:

Artikel Terkait  Ibni Atho’illah al-Sakandari Pengarang Kitab Al-Hikam

Hamzah nin asalnya Fansuri

Mendapat wujud di tanah Sharh Nawi

Beroleh khilafat ilmu yang ‘ali

Daripada Abdul Qodir Jailani.

Setelah belajar agama di Barus, beliau mengembara dan pergi ke Kerajaan Aceh Darusslam. Di sana, ia menjadi pemuka agama dan mendampingi raja yang berkuasa saat itu. Menurut catatan, ia hidup pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Ri’ayat Syah sampai pada masa awal pemerintahan Sultan Iskandar Muda.[4] Sebagai ulama besar, Syekh Hamzah Fansuri dikenal dengan ajarannya yang disebut tasawuf wujudiyah (paham wahdatul wujud). Pada awal perkembangan tasawuf di Nusantara, ajaran beliau meluas hingga ke perpustakaan Jawa hingga abad ke-19.


[1] Ali Masykur Musa, Membumikan Islam Nusantara: Respon Islam terhadap Isu-Isu Aktual, (Jakarta, Serambi Ilmu Semesta, 2014), h. 270.

Artikel Terkait  Kaderisasi Syaikh Abdul Qadir al-Jailani

[2] Bahrul Ilmy, Pendidikan Agama Islam untuk SMK Kelas XII, (Bandung, Grafindo Media Pratama, 2007), h.68.

[3] Aprinus Salim, Politik Sastra Negara Ideologi, (Yogyakarta: Pusat Studi Kebudayaan UGM, 2016), h. 53.

[4] Sehat Ihaan Shadiqin, Tasawuf Aceh, (Banda Aceh: Bandar Publishing, 2008), h.49.

Author Profile

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozi
Mahasiswa Pascasarjana UNUSIA Jakarta

ARTIKEL LAIN