EDUKASI
Pendekar Ekomi Islam Nilai Polemik "Duo Yusuf" Sebagai Bukti Lemahnya Literasi Perbankan Syariah

Pendekar Ekonomi Islam Nilai Polemik “Duo Yusuf” Sebagai Bukti Lemahnya Literasi Perbankan Syariah

Jakarta-Dalam beberapa pekan terakhir ini perbankan syariah mendapat komentar kurang menuntungkan dari “duo Yusuf“; Yusuf Mansur dan Yusuf Hamka. Yusuf Mansur yang menyebut bank syariah cenderung lebih mahal dari bank konvensional, sementara Jusuf Hamka melaporkan Bank Syariah ke Polisi terkait dengan dugaan pemerasan. Dua tindakan tersebut tampaknya tersebar luas melalui media online dan live streaming siaran langsung.

Faizi, Pakar Ekonomi Syariah UPN Jakarta, memandang gejala tersebut sebagai pertunjukan lemahnya literasi perbankan syariah di tengah tengah masyarakat kita. “Beberapa hari ini kita dihebohkan oleh duo Yusuf, pertama Yusuf Mansyur dan yang kedua Jusuf Hamka. Kedua orang ini sama-sama orang hebat, makanya kita harus turun gunung,” kata Faizi dalam sebuah diskusi yang bertajuk “Pendekar Sabuk Putih”  yang disiarkan langsung di IG. Minggu (25/07/2021) malam.

Artikel Terkait  Islam Jawa (Menurut Gus Muwafiq)

Yusuf Pertama, lanjut peraih gelar doktoral Bidang Keuangan dan Perbankan Syariah dari Sekolah Bisnis Islam Universiti Utara Malaysia (UUM) ini menyebutkan kalau pembiayan di bank syariah itu lebih mahal dari bank konvensional. Faizi menyayangkan komentar Yusuf Mansur ini, karena secara rinci ia tidak menyebutkan pembiayaan yang mana yang ia kritik. Menurutnya komentar ini menimbulkan perbedaan interpretasi di masyarakat yang perlu diluruskan.

Kemudian Jusuf yang kedua, ini sebenarnya terinspirasi dari Yusuf yang pertama. Dimana pihaknya mengatakan merasa dizalimi. Dalam kasus ini Jusuf Hamka sempat menyebut istilah bunga. Sementara itu, menurut Faizi dalam sistem perbankan syariah selama ini tidak ada istilah bunga.

Artikel Terkait  Menyongsong Masa Depan Sumenep, Madura dari Basis IPPNU

Dalam Live Instagram Pendekar Putih yang diselenggarakan oleh akun IG @ariefrosyid.id Faizi menilai bahwa literasi keuangan syariah, literasi perbankan syariah di  masyarakat masih sangat lemah. Pihaknya merasa riskan dengan dua kasus kontroversial yang dilakukan oleh orang orang ternama ini. “Padahal dua tokoh ini sama-sama memiliki pengikut, jamaah yang sangat banyak. Maka sangat membahayakan bila tidak diluruskan” sambung Faizi di tengah-tengah paparannya.

Ditempat yang sama, Arief Rosyid Hasan, Ketua Komite Kepemudaan PP MES, yang memandu diskusi tersebut juga menjelaskan bila apa yang terjadi juga merupakan imbas dari rendahnya literasi keuangan, perbankan syariah yang masih di bawah 10 persen.

Artikel Terkait  Asrorun Ni'an Berikan Panduan Puasa Ramadan di Musim Corona

” Tapi ini juga tantangan bagi kita yang muda-muda untuk lebih kenceng lagi soal leterasi keuangan dan perbankan syariah,” tandasnya.

ARTIKEL LAIN