EDUKASI
NU Kuat NKRI Berdaulat
Berita

NU Kuat NKRI Berdaulat



Makassar – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan (PW-NU Sulsel) Sulsel menggelar dialog yang mengangkat isu paham radikalisme yang marak tersebar di media sosial (medsos).

Dialog yang mengusung tema” NU Kuat, NKRI Berdaulat” itu berlangsung di Red Corner, jalan Yusuf Daeng Ngawing, Sabtu (28/12/2019) dihadiri Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Basir Syam, serta sejumlah pengurus wilayah NU Sulsel.

Sekretaris Lakpesdam NU Sulsel, Abdul Karim dalam dialog itu mengatakan, jika paham-paham radikal tidak sesuai dengan cita-cita Republik Indonesia maka NU akan mengambil langkah yang efektif untuk mengantisipasinya.

Artikel Terkait  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

“Kita kan selama ini paham, penyebaran radikal itu lewat teknologi, nah kita akan menggali perspektif itu untuk mengembangkan, mengapresiasi teknologi ini biar tidak dimanfaatkan terkait hal-hal radikalisme,” ucapnya usai kegiatan diskusi publik di Red Corner, jalan Yusuf Daeng Ngawing, Sabtu (28/12/2019).

Karim menjelaskan, dialog yang digelar pihaknya bagian dari langkah NU dalam merespon masalah Bangsa dan Negara ini.

“Jadi kita mengumpulkan beberapa kalangan untuk berbagi ide dan gagasan, kira-kira kedepan, apa yang akan dilakukan untuk hadapi situasi saat ini,” terangnya.

Sementara Prof Basir Syam yang hadir sebagai pembicara mengatakan gerakan sosial baru itu harus turut dilawan.

Langkah NU Sulsel Cegah Radikalisme di Medsos

Gerakan baru yang megarah pada anak milenial itu disebut harus proaktif diperangi dengan memanfaatkan fasilitas teknologi yang tegah berkembang ini.

Artikel Terkait  Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

“Kita tak boleh diam dan saya melihat anak milenial NU Sulsel sudah sagat maju,” Basir yang juga Wakil Rais Syuriah PWNU Sulsel itu.

Namun demikian dalam melawan paham itu, Prof Basir menyarankan agar menggunakan cara-cara yang beradap bukan sifatnya yang barbar. Selama ini, kata dia, gerakan baru itu juga banyak membuat Hoax yang sangat bertentangan dengan prinsip ajaran agam Islam.

“Jelas kita akan lakukan perlawanan pada medsos. Tentu degan kemampuan yang ada. Kami menunjukkan jika kami (NU) ini benar. Prinsip kami tidak bertentangan degan kemanusiaan tidak bertentangan dengan Nasionalisme dan tidak bermusuhan degan seluruh Agama,” tutupnya.



ARTIKEL LAIN