EDUKASI
Mengapa Kita Harus BerNU (Doktrinasi MKNU !)
Pendapat Nasional

Mengapa Kita Harus BerNU (Doktrinasi MKNU !)

Jakarta, KH. Mujib Qulyubi, menyampaikan definisi sederhana tentang sosok Ulama NU atau ulama pada umumnya. “Ulama itu adalah sosok yang melihat persoalan umat dengan mata batin kasih dan sayang. Man Nadzara al-Ummah bi’ainirrahmah”. Disampaikan Kyai Mujib di hadapan 100 orang kader PP Fatayat NU pada MKNU (Madrasah Kader Nahdlatul Ulama), bertempat di Balai PUSDIKLAT KEMNAKER. (28/12).

Lebih lanjut, Kyai Mujib menjabarkan bahwa dasar nilai kasih dan sayang itu tentu tidak mudah menyalahkan, tidak berwajah garang, berkata kasar, namun menyejukkan. “Ulama itu tidak mudah menyalahkan, galak dan kasar, namun lemah lembut dan menyejukkan, karena nilai Rahmah atau kasih sayang melekat pada dirinya”.

Selain menjelaskan teladan sosok ulama nusantara dengan nilai Rahmah yang di atas, Kyai Mujib juga menegaskan pentingnya materi ideologi untuk menghindari kerancuan sikap Nahdliyyin yang sering terjadi akhir-akhir ini. khususnya terkait organisasi yang mirip amaliahnya dengan NU, namun bukan NU.

Artikel Terkait  Paham Kebangsaan Perlu Terus Ditingkatkan

“Penguatan Aqidah, relasi NU dan ideologi adalah materi utama dan penting. Karena tidak semua Aswaja itu NU. Oleh karena itu NU mempertegas dengan istilah Aswaja An-Nahdliyyah”. Ungkap Kyai Alumni Lirboyo ini yang juga Katib Am PBNU

Mengapa Aswaja NU berbeda dengan Aswaja umumnya, menurut Kyai Mujib bahwa organisasi dilihat dari tiga aspek, bukan amaliyah saja. “Organisasi jangan dilihat pada aspek amaliyahnya saja, namun juga fikroh (pemikiran) dan harokahnya. (pergerakan)”.

Paparan lanjut, “banyak masyarakat kita yang keliru melihat seolah organisasi ini, atau itu, sama saja dengan NU karena amaliyahnya sama. Misalnya sama-sama qunut, juga sama tahlilan dan lainnya, padahal pemikiran dan pergerakannya berbeda. Ini harus diluruskan”.
Miftahul Janah, Ketua Panitia yang juga Ketua Fatayat NU Banten 2014-2019 menyampaikan bahwa materi yang disampaikan Kyai Mujib mencerahkan sekaligus meluruskan.

Artikel Terkait  MUI Imbau Ibadah #DiRumahAja, Ini Hikmahnya

“Materi yang disampaikan Kyai Mujib mencerahkan sekaligus meluruskan atas persepsi keliru masyarakat selama ini. Amaliyah boleh sama, tapi pembedanya ada pada aspek pemikiran dan pergerakan.”

Lanjut Miftah “karena itu, Paparan Kyai Mujib menjawab pertanyaan mengapa masyarakat yang benar-benar ingin berNU selama ini malah tidak sesuai dengan NU dari sisi pemikiran dan gerakan.”

“Menurut saya masyarakat jangan mudah terjebak mengikuti organisasi yang mengklaim aspek amaliyah sama dengan NU, namun pemikiran dan pergerakan tidak sama dengan NU atau PBNU.” Tegas Miftah.

MKNU adalah wadah kaderisasi struktural NU. Dasar MKNU adalah amanah Muktamar NU ke 33 Tahun 2015 Jombang Jawa Timur. PP Fatayat NU melaksanakan MKNU selama tiga hari (Full Day). (28-30/12). Pemateri adalah Tim MKNU PBNU.

ARTIKEL LAIN