EDUKASI
Berita

Kurikulum Sarjana Kedepankan Pembentukan Karakter

Semarang – Mencetak sarjana berlatar belakang pendidikan doktor diinginkan mengedepankan pembentukan karakter. Sebab, sebagai orang yang akan menemukan kebaruan konsep, ilmu, dan pengetahuan maka lulusan program doktor butuh menjunjung tinggi nilai, etika, dan norma.

”Menjadi seorang yang menemukan sesuatu, mereka bagian dari kalangan ilmuan. Konsep yang ditemukan suatu saat bisa dianggap salah, tapi sebagai seorang ilmuan pantang untuk berbohong,” tutur Wakil Rektor III Unissula, M Qomaruddin PhD, saat digelar lokakarya rekonstruksi kurikulum program doktor ilmu hukum di Gedung Fakultas Hukum jalan raya Kaligawe.

Pembahasan kurikulum kali ini mendasari ketentuan standar nasional perguruan tinggi.  Hal itu juga dikaitkan kemunculan era revolusi industri digital.

Artikel Terkait  BI Komitmen Kembangan Ekonomi Syariah

Hadir Dekan, FH Prof Dr Gunarto, Ketua PDIH, Dr Anis Masdurohatun, Guru Besar University Malaysia, Zuryati, hingga Pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung, Tjuk Subhan Sulchan. Alasan ini juga yang membuat pembentukan karakter mahasiswa program doktor sangat penting.

Terlebih di kampus ini juga sudah berlaku program budaya akademi Islami yang diharapkan bisa menjadi acuan. Selebihnya karena telah memasuki era digital maka konsep pendidikan yang diberikan turut menyesuaikan perkembangan zaman.

Di dalamnya mencakup ketentuan pemerintah untuk mencetak jenjangS-3 unggulan.

Ilmuwan Jujur

Dekan Gunarto mengemukakan berkaitan upaya mendidik mahasiswa S-3, pihaknya ikut memperhatikan kualitas dan mutu tenaga pengajar. Selain itu juga mendorong proses perkuliahan mendidik mahasiswa menjadi ilmuan yang jujur dan memiliki rasa empati tinggi atas persoalan yang mengemuka di tengah masyarakat.

Artikel Terkait  AJI Indonesia Mendesak Rezim

”Selain tentunya juga mematuhi aturan pemerintah bahwa mahasiswa harus bisa menulis di jurnal internasional terakreditasi. Selebihnya mereka butuh menggali banyak permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Lalu menawarkan solusi dengan ilmu, teori, atau konsep terbaru yang ditemukannya,” kata dia.

ARTIKEL LAIN