EDUKASI
Kota Kuno Berarsitektur Modern yang Baru Terungkap oleh Arkeolog Israel
Berita

Kota Kuno Berarsitektur Modern yang Baru Terungkap oleh Arkeolog Israel

Edukasi

Para arkeolog baru-baru ini menemukan sebuah kota kuno yang hilang di utara Tel Aviv, Israel. Kota besar berusia 5.000 tahun ini, dulu dihuni sekitar 6.000 jiwa, dan berasal dari Zaman Perunggu awal. Temuan itu kemungkinan merupakan salah satu kota pertama di Israel. Dilansir Live Science, Selasa (8/10), Situs arkeologi En Esur ini terletak di dekat lembah Wadi Ara, Hasharon utara, atau sekitar 57 kilometer utara Tel Aviv. Dalam beberapa tahun terakhir, situs ini terus diteliti.

Para arkeolog menyebutkan, kompleks perumahan ini dikelilingi benteng besar. Desain kota juga terbilang rumit dengan keberadaan lorong-lorong. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hierarki masyarakat pada masa itu. Bahkan, karena kemegahannya, kota ini disebut “New York” pada zaman itu. Sebab desain arsitektur yang lebih modern dari penemuan lain di zaman yang sama.

Artikel Terkait  Kurikulum Sarjana Kedepankan Pembentukan Karakter

Selain itu, para arkeolog juga menemukan jutaan fragmen tembikar, peralatan tukang, dan sebuah kuil besar yang dipenuhi dengan tulang binatang, serta tulang-tulang manusia. Di halaman kuil, arkeolog menemukan sebuah baskom batu besar. Kemungkinan baskom itu digunakan untuk ritual religius.

“Ini adalah kota besar, sebuah megalopolis zaman perunggu awal, di mana ribuan penduduk, yang bergantung hidup dari pertanian. Mereka tinggal dan berdagang dengan berbagai daerah,” kata Itai eLad, Direktur Arkeolog. Kompleks ini juga disebut memiliki sistem perencanaan tata kota yang cukup baik. Kemungkinan ada perencana atau arsitek yang membantu proses pembangunan kota.

“Kota seperti itu tidak dapat berkembang tanpa memiliki tangan penuntun dan mekanisme administrasi. Perencanaannya mengesankan, alat-alat yang dibawa ke Israel dari Mesir ditemukan di situs, dan jejak cap adalah buktinya,” imbuhnya.

Artikel Terkait  TNI Tak Akan Langgar Hukum Internasional di Sengketa NATUNA

ARTIKEL LAIN