EDUKASI
Konferensi IPPNU Sumenep Tetapkan Syarifah sebagai Ketua Mandataris Masa Bakhti 2020-2022
Daerah

Konferensi IPPNU Sumenep Tetapkan Syarifah sebagai Ketua Mandataris Masa Bakhti 2020-2022

Sumenep Dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XX yang dilaksanakan pada Sabtu (11/01/2020), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep mengusung tema ‘Pelajar Beradab, IPPNU Bermartabat’.

Konferensi Cabang IPNU kali ini dilaksanakan di Gedung SKD Batuan selama 2 hari, Jumat hingga Sabtu. Dalam Konferensi tersebut, Syarifatun Jamilah, Ketua demisioner PAC IPPNU Gapura terpilih sebagai Ketua PC IPPNU Sumenep dengan suara (yang hampir) mufakat.

Syarifah, yang meruakan calon tunggal dalam Konferensi PC IPPNU kali ini, berhasil mengumpulkan 85 suara dari jumlah total 88 hak suara. Tentu hasil perolehan suara yangn cukup membanggakan ini memakan waktu yang cukup panjang untuk membangun integritasnya.

Menurut Musyfik, Ketua PC IPNU Sumenep masa khidmat 2018-2019 M, Syarifah memang memiliki integritas yang harus dicontoh oleh kader IPNU-IPPNU yang lain. Musyfik mengatakan bahwa Syarifah yang menjadi satu-satunya/calon tunggal ketua PC IPPNU hari ini, merupakan prestasi tersendiri bagi proses dan perjuangannya selama mengabdi di IPPNU Sumenep.

Artikel Terkait  Peduli Tim Covid-19, MWCNU Guluk-Guluk Berikan Bantuan Masker NU

Peroses kaderisasi yang ditempuh oleh Syarifah sejak dari Komisariat lalu dilanjutnya sebagai ketua PAC IPPNU Gapra, cukup membekali dirinya sebagai sosok peminpin yang matang bagi organisasinya. Maka, setelah ia resmi dipilih dan dikukuhkan, dirinya berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan dan pengalaman yang telah dilakukan sebelumnya.

Hal yang harus dikukuhkan dalam berorganisasi menurutnya, adalah saling bekerjasama dan untuk menggapai visi-misi yang diusung oleh organisasi itu sendiri. “Organisasi itu butuh kerja sama secara kolektif. Bukan saya saja, tetapi kalian semuanya,” kata Syarifah saat ditetapkan sebagai Ketua Mandataris, Sabtu (11/01/2020).

Gadis kelahiran 18 Mei 1999 itu pun menyampaikan komitmen dirinya untuk membawa IPPNU menjadi lebih inovatif dan kreatif melalui kaderisasi dan penataan struktural.

Artikel Terkait  Pernyataan Sikap Santri PMII Guluk-Guluk Menyikapi Bahaya "Ancaman" Oligarki (!)

Karena seperti pesan Ketua Umum IPPNU Nurul Hidayatul Ummah, kaderisasi dalam tubuh IPPNU sangat penting dalam menciptakan kader yang unggul dalam menghadapi bonus demografi tahun 2030.

“Yang pertama soal kaderisasi, kemudian juga penataan organisasi yang lebih baik,” ujar Syarifah.

ARTIKEL LAIN