EDUKASI
Khamenei Tangisi Jenazah Jenderal Iran
Berita

Khamenei Tangisi Jenazah Jenderal Iran

Teheran – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menangis di tengah ratapan dari ratusan ribu pelayat Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan drone Amerika Serikat (AS) di Irak.

Seperti dilansir Associated Press dan AFP, Senin (6/1/2020), Khamenei membacakan doa di hadapan jenazah Soleimani dan empat personel Garda Revolusi Iran lainnya yang tewas dalam serangan drone AS pada Jumat (3/1) lalu. Kelimanya disebut sebagai ‘martir’ oleh Iran.

Jenazah mereka diarak di beberapa kota sebelum disemayamkan di Masjid Agung Mosalla di kompleks Universitas Teheran pada Senin (6/1) waktu setempat. Khamenei memimpin prosesi pembacaan doa tradisional muslim di hadapan jenazah Soleimani, yang ditempatkan di peti yang berselimutkan bendera Iran.

Artikel Terkait  AJI Indonesia Mendesak Rezim

Pada satu momen saat membacakan doa, Khamenei yang memiliki hubungan dekat dengan Soleimani tampak tak kuasa menahan tangis. Suaranya terdengar serak. Para pelayat lainnya tampak meratap saat doa dibacakan.

Khamenei tampak didampingi oleh putra dari Soleimani, kemudian Presiden Iran Hassan Rouhani, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, Komandan Utama Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Hossein Salami dan Komandan Pasukan Quds yang baru, Esmail Qaani, yang ditunjuk menggantikan Soleimani.

Prosesi pemakaman Soleimani digelar secara besar-besaran di Iran, setelah jenazahnya tiba dari Irak pada akhir pekan. Jenazah Soleimani sebelumnya diarak di kota Ahvaz dan Mashhad pada Minggu (5/1) waktu setempat. Arak-arakan juga akan digelar di Qom dan Teheran pada Senin (6/1) waktu setempat.

Artikel Terkait  BI Komitmen Kembangan Ekonomi Syariah

Ratusan ribu orang mengikuti prosesi sejak Minggu (5/1) waktu setempat hingga Senin (6/1) ini. Para pelayat yang berpakaian serba hitam tampak membawa foto Soleimani dan beberapa membawa bendera Syiah warna merah, yang secara tradisional menyimbolkan tertumpahnya darah seseorang yang dibunuh secara tidak adil dan menyimbolkan seruan untuk balas dendam.

Prosesi besar-besaran untuk Soleimani ini menandai pertama kalinya Iran memberikan penghormatan terhadap seseorang dalam seremoni di berbagai kota. Bahkan pendiri Republik Islam Iran, mendiang Ayatollah Ruhollah Khomeini, tidak mendapatkan prosesi semacam ini saat wafat tahun 1989 silam.

Jenazah Soleimani akan disemayamkan di dalam Masjid Agung Mosalla di kompleks Universitas Teheran sepanjang Senin (6/1) waktu setempat. Rencananya, Soleimani akan dimakamkan di kota asalnya di Kerman pada Selasa (7/1) besok.

Artikel Terkait  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

ARTIKEL LAIN