EDUKASI
Terbaru

Kader Ideologis NU Rintis Kampung NU di Bataal

Memperkokoh nilai-nilai aswaja di pedesaan selain melalui Pengurus Ranting, Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Ganding, Sumenep Madura Jawa Timur rintis Kampung NU di Desa Bataal Barat.

Peresmian kampung NU itu digelar di Balai Desa Bataal Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Rabu 19 Agustus 2020 sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut Sekretaris PC NU Sumenep, rintisan Kampung NU bisa diduplikat dan dimodifikasi di daerah daerah lain oleh MWC Setempat. “Penggerak NU di beberapa tempat lain, menarik kalau buat gerakan baru juga untuk semakin mendekatkan NU pada masyarakat. Kader terbaik NU Ganding telah memulai, saatnya yang lain meneladani” tutur A Waris pada media.

Tak hanya mendapat respin dari warga sekitar, sambutan apresiatif lain juga diberikan oleh kader NU yang di luar daerah. Ahmad Fairozi juga mengaharap di kampungnya, Gapura ada kampung NU serupa yang bisa semakin mengokohkan nailai-nilai ke-NUan di tengah masyarakat.

Artikel Terkait  Pasar Gelap Ustaz

“Saya juga berharap nanti jika waktunya pulang kampung, bis apulang ke Kampung NU. Tentu ini sebagai daya tawar lebih bgai NU. Di lain sisi gerakan serupa ini juga akan meminimalisir gerakan ormas lain yang di beberapa tahun terakhir mulia metamba ke daerah Gapura, Sumenep secara umum” tutur Fairozi.

Pihaknya sangat menyangkna jika nantinya daerah daerah berbasis NU tapi malah dipegang kuasa oleh oknum lain yang tak mendahulukan kepentingan Jam’iyah dan Jamaah NU.

Ketua PC NU Sumenep, KH Panji Taufiq, menyampaikan, pembentukan kampung NU di Desa Bataal Barat merupakan yang pertama di Kabupaten Sumenep.

“Ini yang pertama di Sumenep, semoga ini bisa diikuti oleh Desa yang lain minimal saat di Kecamatan Ganding, bersyukur jika se Kabupaten Sumenep,” tamzilnya.

Nilai Plus Kampung NU, menurut Ketua Tanfidziyah PC NU Sumenep itu, dalam segala kegiatan kepemerintahan dan ke NU-an Kedepan akan selaras dan akan selalu bersinergi.

Artikel Terkait  Berikut Doa Rasulullah Sambut Ramadhan

“Ini artinya akan bergerak mulai struktur, kultur dan formal. Jadi aparat Desa, kiai kampung, pengurus NU tingkat Desa akan selaras bersama-sama membangun Desa lebih baik dan kompak,” ungkapnya pula.

Dirinya juga berharap Kabupaten Sumenep menjadi kabupaten yang Nahdlatul Ulama dengan dibentuknya kampung-kampung NU di setiap Desa di Kota Sumekar.

“Mudah menjadi Sumenep Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghafur, masyarakatnya sejahtera merata semuanya. Karena penggagasan kampung NU bukan hanya selogan belaka tapi harus betul-betul menjadi sikap perilaku kita bersama, ” harapnya.

Perlu diketahui terbentuknya kampung NU di Desa Bataal Barat merupakan kali pertama dalam sejarah perjalanan NU di Kabupaten Sumenep.

Kepala Desa Bataal Barat, Bashiratul Aini, menerangkan gagasan kampung NU ini bertujuan untuk membumikan nilai-nilai ahlussunah wal jama’ah ditengah masyarakat yang persoalannya semakin kompleks.

“Pembentukan kampung NU ini dalam rangka untuk membangun sinergi antara aparat desa Bataal Barat dengan MWC NU Ganding dalam upaya membangun desa serta mengenalkan nilai nilai Ahlussunah Wal jama’ah pada masyarakat,” Pungkasnya

Artikel Terkait  Perbanyak Amal Baik, Begini Ajaran Nabi Sambut Ramadhan

Hadir pula Forpimcam Ganding, kecuali Bapak Camat Ganding, Faruk Hanafi, seluruh Banom NU, Perangkat Desa Bataal Barat serta para undangan. (Diolah Dari Santri News dan Berbagai Sumber Lain)

Author Profile

Edukasi
Edukasi
Edukasi adalah situs pendidikan yang dikelola oleh mahasisea Pascarjana UNUSIA Jakarta

ARTIKEL LAIN