EDUKASI
Habis Rp. 993 Juta, Proyek Jembatan Panggung Sumenep Berpotensi Ditinggal Pergi
Daerah

Jembatan Mangkrak Terancam Genangi Rumah Warga

Sumenep – Lebih setengah tahun proyek pembangunan jembatan penghubung antar desa di Pakambang Daya Sumenep nyaris tak ada perkembangan. Pasalnya, pembangunan ini telah dimulai sejak setahun lalu atas kersama proyek Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Eri Susanto dengan perusahaan CV Surya Utama.

Melihat perkembangan pengerjaan proyek ini cendrung stagnan, pihak pemerintah daerah melakukan kritik keras kepada CV Surya Utama. Pemerintah tak segan akan putus kontrak jika akhir 2019 tak kunjung selesai. Sebab, pihak Bina Marga menilai proyek ini dikerjakan secara abai oleh perusahaan.

“Kalau tidak selesai tahun ini, akan kita putus kontrak,” kata Eri Susanto, kepada media, usai inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi proyek pembangunan jembatan yang menelan anggaran senilai Rp993 juta itu, Jumat, 6 Desember 2019.

Artikel Terkait  Konferensi IPPNU Sumenep Tetapkan Syarifah sebagai Ketua Mandataris Masa Bakhti 2020-2022

Pada tahap survei hari ini, Eri Susanto didampingi Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam, Sekretaris Komisi III M Ramzi dan dua anggota M Muhri dan Afrian Muhlas menemukan kejanggalan yak tak dapat ditoleransi; pengerjaan fisik jembatan baru mencapai 40 persen setelah memakan anggaran Rp993 juta. Padahal MOU pengerjaan proyek akan habis pada 16 Desember 2019 mendatang.

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M Ramzi menilai pengerjaan proyek jembatan yang menghubungkan Desa Sentol Daya dan Pakamban Daya itu asal-asalan. Konsultan pengawas tak standby di tempat, arsitek dan pekerjanya yang hanya berjumlah 4 kepala serta alat praga pembangunan yang tak layak menjadi catatan tersndiri badi pemerintah.

Berdasarkan telaah yang dilakukan media di lokasi pada Ahad (29/12) pukul 15.30 WIB pembangunan tersebut mengancam perumahan penduduk setempat. Sumenep yang telah memasuki musim penghujan dengan infrastruktur yang berantakan, termasuk jembatan yang tak kunjung selesai akan mengakibatkan banjir dan menenggelamkan rumah warga jika terjadi hujan lebat.

Artikel Terkait  Paham Kebangsaan dan Nilai Ketuhanan Perlu Ditamkan di Masyarakat

“Kalau besok hujan lebat lagi, kemungkinan banjir akan menggenangi rumah penduduk setempat,” ujar Badrus warga dusun Prang Alas.

Kekwatiran ini menjadi riskan ketika melihat korban yang telah berjatuhan akibat rusak dan tak terselesaikannya pembangunan jembatan pangung tersebut. Beberapa waktu lalu, seorang pengemudi motor terperosok masuk ke sungai akibat pembangunan jembatan yang hura-hura. Pemeritah menuntut agar pembangunan ini cepat diselesaikan dak tak memakan korban kembali.

Bahkan Forum Mahasiswa Pekambandaja (F-PAM) siap pantau terus jembatan mangkrak dusun Panggung tersebut. Pihaknya siap menuntut secara hukum pada perusahaan jika leletnya pembangunan ini sampai memakan korban lagi. Bahkam mereka akan mengawal ketegasan hukum bersama pemerintah Sumenep jika nanti ditemukan unsur pidana dalam projek pembangunan ini. (Fai)

ARTIKEL LAIN