EDUKASI
Pendapat Politik

Habib Luthfi: Hormati Presiden Sebagai Bentuk Menjaga Wibawa Indonesia

Rais ‘Amm Jam’iyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdiyah (Jatman), Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, memberi pesan dalam salah satu ceramahnya, agar setiap warga negara Indonesia bersikap bijak dalam memandang berbagai persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia.

Menurut habib Luthfi, maraknya oknum-oknum yang mencoreng nama baik Indonesia, seperti korupsi dan pertikaian kebencian jangan sampai membuat kita membenci Indonesia. Konstitusi Indonesia telah mengatur sedemikian rupa peraturan-peraturan dalam rangka menegakkan kemasalahatan masyarakat secara luas. Apabila ada oknum yang mencoreng nama baik Indonesia, tentu jangan sampai menyalahkan Indonesia.

“Melihat satu keutuhan konstitusinya bukan melihat satu oknumnya, kalau kita melihat konstitusinya maka selamat dan aman. Tapi kalau selalu kita melihat oknumnya maka kita akan rusak, akhirnya wibawa republik ini, wibawa bangsa ini akan turun,” ujarnya.

Artikel Terkait  Membayangkan Indonesia Masa Depan

Tokoh yang juga dikenal sebagai sufi tersebut menambahkan, salah satu bentuk sikap menjaga wibawa Indonesia adalah dengan menghormati Presiden. Bagi Habib Luthfi, siapapun presidennya jika sudah terpilih berdasarkan Pemilihan Umum, maka wajib hukumnya menghormati Presiden, karena hal tersebut termasuk bentuk sikap dalam menjaga wibawa Negara.

“Walaupun beda pilihanya tetapi sudah terpilih menjadi bapak nomer satu di Indonesia tetap kita harus menghormati. Karena itu termasuk wibawa Indonesia,” tegasnya.

Habib Luthfi menekankan, agar setiap warga negara Indonesia selalu bangga dengan Bangsa Indonesia. Karena dengan menanamkan sikap bangga dan nasionalisme yang kuat, maka akan menjadi kekuatan bangsa untuk mencegah segala bentuk perpecahan yang mengancam keutuhan negara Indonesia.

Artikel Terkait  Anak Muda, Terorisme, dan Khilafah

“Kalau anda menyebutkan Indonesia dengan bangga, maka oknum-oknum yang akan memecah belah republik ini akan sirna, akan mundur dengan sendirinya karena wibawa bangsa Indonesia,” pungkasnya. (ISNU)

Sumber Baldatuna disebarkan oleh #hwmi #nu

ARTIKEL LAIN