EDUKASI

Berjuang Didera Cobaan

Judul              : Bidadari Berbisik

Penulis           : Asma Nadia

Penerbit         : Republika Penerbit

Cetakan          : 1 Februari 2020

Tebal              : VIII+300 halaman

ISBN               : 978-623-7458-49-4

Peresensi       : Lee Citra F*

 Hidup adalah perjuangan. Begitulah pepatah mengatakan karena memang kodrat manusia untuk berjuang mencapai sesuatu. Hal tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya usaha atau berjuang, tanpa ada gerakan usaha semua rencana akan berakhir sia-sia.

Semua orang berhak memiliki harapan dan cita-cita tanpa memandang dari mana orang tersebut berasal tanpa pandang bulu.Orang yang sukses awalnya merintis usahanya dari nol, tidak menyerah dengan keadaan yang sangat berat untuk dilalui, menyemangati diri sendiri walaupun kegagalan menghampiri bahkan putus asa sudah muncul didalam hati. Namun, ia memilih bangkit menghadapi kenyataan dan menanamkan kuat-kuat bahwa kegagalan adalah kunci kesuksesan.

 Begitupula yang dilakukan Bidadari Ayuni seorang gadis desa yang mengadukan nasib ke Jakarta guna memenuhi kebutuhan finansialnya, membantu ibunya yang ada di desa dan memenuhi impian ibu tercintanya berangkat ke tanah suci, namun cobaan adalah seakan-akan menjadi bumbu dalam perjuangannya, majikannya kerap menyiksanya diluar batas kemanusiaan karena menurutnya orang miskin tampak kerdil dihadapannya begitulah menurut majikannya. Namun Bidadari Ayuni sabar karena ia teringat niatnya untuk membahagiakan ibunya dan saudara kembarnya, sering kali pula ia berkata, “Ia harus kuat, Ibu dan mbak Ning juga cintanya menemui”(Hal.66). Bidadari Ayuni masih saja tetap bertahan sekalipun nyawa adalah ancamannya, ia lebih tak rela jika ibu atau saudara kembarnya ikut tersiksa karena gagal membahagikan mereka berdua.

Artikel Terkait  Menyemai Sikap Kepedulian Kepada Sesama Sejak Remaja

Dari hal tersebut sudah menjadi cambukan kita untuk berusaha, berjuang dengan sekuat tenaga guna masa depan yang cerah baik untuk diri sendiri maupun keluarga. Seperti Thomas Alfa Edison yang  sudah tak asing lagi kita mendengar kegagalannya 999 kali hampir mencapai 1000 kali, seandainya Thomas menyerah pada keadaan karena ia selalu gagal, tidak bisa belajar dari kegagalan-kegagalan yang menyertai  tentu semua orang tidak akan menggunakan alat penerang sampai saat ini.

Dari itu kita dihadapkan pada masa sekarang untuk berjuang dengan cobaan yang menghadang karena tidak ada jalan mulus untuk sukses, semua dilalui dengan kecewa, putus asa bahkan tak jarang orang berhenti berusaha karena jatuh dan gagal berkali-kali padahal sukses tinggal selangkah lagi menemui. Tidak hanya itu, Imam Arif pun merasakan sama apa yang dirasakan oleh Bidadari Ayuni yakni hidup penuh lika liku yang dilalui berdua dengan ibu angkatnya tanpa seorang ayah, namun ia tak pernah kehilangan semangatnya untuk membantu ibunya guna memenuhi kebutuhan hidupnya dengan berjualan keripik pisang  yang mungkin untuk saat ini sebagian orang malu ataupun gengsi karena merasa tidak pantas dilakukan di zaman yang sudah canggih ini, akan tetapi untuk Iman Arif hal ini bukanlah masalah asalkan menghasilkan uang dan bukan pekerjaan nista yang dilakukan. “Karena ia sadar bahwa ia dan emaknya bukan orang kaya, tak layak berlagak orang gedongan yang mengeluarkan duit tanpa berpikir panjang” (Hal.107).

Artikel Terkait  Rekontruksi Kontekstualisasi Novel Sejarah

Kesederhanaan adalah mengajarkan bagaimana mengemas hidup dengan seapik mungkin dan tidak menuruti nafsu setan seperti berfoya-foya. Kesederhaan adalah hal penting yang wajib dimiliki untuk semua orang karena bersikap sederhana untuk saat ini seiring berjalannya waktu sudah hilang akibat tergesernya moral setiap orang dan tidak mengindahkan hidup sederhana tanpa mau berkerja dan berusaha.

 Kehadiran buku ini seolah-olah membangkitkan semangat berjuang untuk orang yang merasa putus asa atau gagal dalam perjalanan atau yang masih ingin memulai berjuang, cerita didalam buku ini adalah penggerak jiwa untuk tidak menyerah dan memberikan motivasi untuk sabar menghadapi segala cobaan yang menimpa selain itu penulis mensetting cerita dengan rasa penasaran yang mendalam

Artikel Terkait  Dahsyatnya Eksistensi Cinta dan Kasih Sayang

Buku ini sangat pas untuk orang yang ingin mencari nilai-nilai moral yang terkandung didalamnya karena banyak sekali nilai-nilai moral yang terselip dalam setiap perjuangan seorang tokoh. Namun tak ada gading yang tak retak begitulah pepatah mengatakan karena yang menulis pun sama-sama manusia yang tak luput dari kesalahan dan dosa, di dalam buku ini seorang anak remaja tidak memiliki sopan santun yang baik terhadap orang yang lebih tua oleh karena itu sebaiknya harus ada amnat atau nasehat yang terselip di percakapan nya atau yang lainnya.

*Nama pena dari Citra Sukma Ningsih bermukim di kelas XI IBB1

ARTIKEL LAIN