EDUKASI
Banyak Cara Bela Negara Zaman Now
Wacana Khazanah

Banyak Cara Bela Negara Zaman Now

Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan sejarah. Sejak dulu banyak negara yang ingin menguasai Indonesia sehingga negara ini pernah dijajah lebih dari 300 tahun. Kemerdekaan Indonesia juga merupakan hasil perjuangan bukan hadiah dari penjajah. Untuk memperingati hari bela negara yang perlu kita ingat kembali adalah betapa besar perjuangan para pejuang, pahlawan ataupun pendiri bangsa yang gugur dalam membela negara ini demi tercapainya negara yang merdeka dan terbebas dari segala penjajahan yang terus berlangsung pada masa itu.

Bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945. Sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnya kita turut serta dalam bela negara dengan mewaspadai dan mengatasi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan pada pada NKRI seperti para pahlawan yang rela berkorban demi kedaulatan dan kesatuan NKRI.

Para pejuang, pahlawan ataupun pendiri bangsa ini untuk membela negaranya penuh dengan tetesan darah yang keluar dari tubuhnya, mereka berjuang dengan tenaga, dengan fisik, dengan mental yang kuat, dengan tombak yang tajam, dengan tangisan dan perjuangan mereka yang selalu disertai dengan do’a hingga akhirnya bisa merebut kejayaan bangsa ini dari tangan penjajah.

Artikel Terkait  Menanti Kontribusi Orang Kaya Atasi Pandemi Covid-19

Berbeda dengan bela negara jaman now yang tidak dituntut untuk angakat senjata. Bela negara jaman now cukup dengan memperkuat identitas bangsa, menunjukkan sikap dan perilaku warga negara yang diawali rasa kecintaannya kepada Negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Dengan memperkuat identitas bangsa kita dapat menghadapi globalisasi dan modernisasi yang masuk di Indonesia.

Bela negara zaman now bisa kita terapkan mulai sekarang, tuntutlah diri sendiri untuk selalu membela negara, pentingnya bela negara itu merupakan tanggungjawab besar yang harus dilakukan, tidak mengganggu siapapun dan tidak membuat kejahatan itu termasuk hal kecil dari bela negara dan yang paling penting adalah melestarikan budaya yang beragam yang telah dimiliki Indonesia. Sehingga ini bisa mencegah adanya pengakuan dari negara lain yang menyebutkan kekayaan budaya Indonesia sebagai hasil kebudayaan asli mereka.

Artikel Terkait  'Membumikan' Kembali Pemikiran Gus Dur di Tengah Kuatnya Formalisasi Syariat

Hal lain yang dapat dilakukan dalam membela negara ini yaitu belajar dengan rajin dari para siswa dan juga mahasiswa sehingga nantinya akan memunculkan sumber daya manusia yang cerdas serta mampu bersaing dengan negara asing. Dengan pendidikan yang lebih tinggi, diperlukannya bela negara dengan cara mengimplementasikan pancasila guna menghadapi ancaman yang berupa serangan ideologi asing yang masuk di Indonesia seperti liberalisme, komunisme, sosialisme maupun radikalisme agama.

Penerapan bela negara dalam kehidupan mulai dari lingkungan keluarga dengan cara saling mengingatkan sesama anggota keluarga untuk patuh terhadap hukum yang berlaku, memberikan pendidikan nasionalisme kepada anak dan saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Penerapan bela negara dilingkungan masyarakat bisa menciptakan suasana rukun, damai, dan tentram. Menghargai adanya perbedaan dan memperkuat persamaan yang ada.

Artikel Terkait  Apa Kabar Muhammadiyah

Untuk itu diharapkan agar ideologi pancasila terus diimplementasikan karena dengan ideologi pancasila inilah yang paling ampuh untuk mencegah masuknya pengaruh-pengaruh ideologi yang bertentangan dengan pancasila. Bela negara jaman now dan bukti cinta terhadap tanah air ini adalah dengan mengamalkan isi dan makna pancasila dengan seutuhnya.

*)Penulis: Dwi Ayu Ambarwati,Mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Universitas Islam Malang (Unisma).

Author Profile

Ahmad Fairozi
Ahmad Fairozi
Mahasiswa Pascasarjana UNUSIA Jakarta

ARTIKEL LAIN