EDUKASI
Ahli Kesehatan: Mental Trump Berbahaya dan Tidak Normal
Internasional

Ahli Kesehatan: Mental Trump Berbahaya dan Tidak Normal

Reporter Pandasurya Wijaya

Sekelompok ahli kesehatan mental memperingatkan Kongres Amerika Serikat untuk segera bertindak meminta Presiden Donald Trump menjalani evaluasi untuk menentukan apakah dia tetap layak meneruskan jabatannya di tengah ketegangan dengan Iran belakangan ini.

Koalisi Kesehatan Mental Dunia mengeluarkan pernyataan sebulan setelah mengingatkan Kongres tentang proses pemakzulan yang bisa menyebabkan mental Trump terganggu hingga ke tahap yang membahayakan.

“Kami sudah memperingatkan soal ini beberapa kali. Kongres AS harus bertindak cepat dan tidak menunda waktu lagi,” kata kelompok ahli mental dalam pernyataan yang diperoleh The Independent tak lama setelah Trump berusaha keras mengucapkan kata dan berulang kali mendengus ketika dia menyampaikan pidato soal konflik dengan Iran di Gedung Putih.1 dari 2 halaman

Presiden Trump, kata mereka, “secara psikologi dan mental berbahaya dan tidak punya kapasitas”. Dia juga menunjukkan tanda-tanda yang sama dengan orang yang suka mengamuk jika citra dirinya dipertanyakan.

Artikel Terkait  Salinan Al Quran Dibakar, Kerusuhan Pecah di Swedia Selatan

Para ahli tersebut menyadari, para pejabat militer harus melalui serangkaian uji psikologi dalam karirnya sementara sang presiden alias pimpinan tertinggi militer dikecualikan dalam syarat itu meski sebetulnya dia adalah orang yang paling harus menjalani serangkaian pemeriksaan psikologi dan jabatannya membuat dia adalah orang dengan tingkat bahaya tertinggi. Terlebih dengan situasi di Timur Tengah saat ini. Rakyat Amerika sudah tidak bisa lagi menunggu dalam situasi berbahaya semacam ini yang disebabkan orang seorang pemimpin yang bertindak “gegabah, serampangan, ceroboh, dan merusak”.

Karena Kongres punya kekuatan konstitusional untuk menyatakan dan mendanai perang, mereka harus bertindak segera. Untuk melakukan itu Kongres juga harus mendapat informasi dari kalangan ahli kesehatan yang diakui kemampuannya dalam menangani masalah psikologi.

Artikel Terkait  Terancam Perang Teluk 3, Iran Janji Balas Dendam ke AS

“Kami mendesak Kongres untuk berkonsultasi dengan kami untuk mengetahui gambaran dan aspek kesehatan mental dari sang presiden,” kata mereka.

Profesor Bandy Lee dari Universitas Yale yang mengepalai kelompok ahli kesehatan mental, mengatakan kepada the Independent, keputusan Trump untuk merespons demonstrasi di Kedutaan Besar AS di Baghdad dengan melancarkan serangan drone yang menewaskan Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Sulaimani, adalah pilihan paling ekstrem yang dia ambil.

Dr Lee menegaskan, lebih dari 800 koleganya sudah menandatangani petisi peringatan kepada Kongres tentang tingkatan stres Presiden Trump akibat proses pemakzulan.

“Kenyataan bahwa pejabat Pentagon pun terkejut dengan keputusan Trump menunjukkan betapa sedikitnya yang mereka ketahui tentang sosok Trump dan bagaimana mereka bisa mengendalikan dia. Itu ibarat melemparkan korek api ke tumpahan minyak,” kata Lee.

Artikel Terkait  New York Tingkatkan Ditribusi Makanan Halal

Sumber Merdeka

ARTIKEL LAIN